Rabu, 04 April 2012

Melewati


Menapakan kaki tuk berbagi dengan orang-orang mati.
Berjalan menelusuri irama api, di garis introgatif menuju alam terlewat mimpi.
Begitu mewah  sambutan seribu setan yang menyambut dengan rasa haus yang tak usah diherankan.
Mereka yang Menunggu kita berbuat salah, menunggu kita melanggar semua aturan keluh kesah dogma yang tersesali.
Ini dunia-Nya, dunia dimana kematian hanya siksaan yang sudah terlewatkan karena kebosanan.
Terlewat dari busuk,
Terlewat dari jerat pahitnya kehidupan.
Tertapaki,
Semakin meresap,
Semakin teratapi tubuh kita terhisap ke dalam aroma dosa kelekar tubuh yang sudah tak bermakna.
Dan lagi-lagi, batu nisan menjadi saksi perekap mimpi sebuah raga yang telah melintas di bumi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencarian blog